Operator Jepang dan Taiwan Mulai Tak Jual Smartphone Huawei

  • Whatsapp
Operator Jepang dan Taiwan Mulai Tak Jual Smartphone Huawei
Operator Jepang Dan Taiwan Mulai Tak Jual Smartphone Huawei

Mantapps, Jakarta – Operator di Jepang dan Taiwan telah menjadi yang pertama di Asia yang memutuskan untuk tidak lagi menjual smartphone baru Huawei, setelah pembatasan oleh pemerintah Amerika Serikat, demikian dilaporkan laman Asian Nikkei, baru-baru ini.

Muat Lebih

Perusahaan telekomunikasi SoftBank Corp Jepang tidak akan menjual smartphone terbaru Huawei P30 lite pada hari Jumat, 24 Mei 2019, seperti yang direncanakan. Sementara, KDDI menunda penjualan handset premium, yang semula dijadwalkan pada akhir bulan ini dirilis.

Pemerintah AS memasukkan Huawei dan puluhan perusahaan lainnya ke dalam daftar hitam menyusul ketegangan perang dagang AS-Cina beberapa bulan ini. Menyikapi keputusan pemerintah AS, Google menangguhkan kerja sama dengan Huawei untuk perangkat keras dan mencabut lisensi Android Huawei.

Selain itu, Chunghwa Telecom milik Taiwan, mengatakan bahwa mereka akan menghentikan pembelian perangkat Huawei baru untuk dijual sekarang. Meskipun begitu, Taiwan akan terus menjual model yang sudah ada di raknya.

© Copyright (c) 2016 Mantapps
foto

Operator telekomunikasi terbesar kedua di Taiwan, Taiwan Mobile, Rabu malam bergabung dengan jajaran operator lain, berpaling dari produsen ponsel pintar asal Cina itu. “Kami akan terus menjual ponsel pintar Huawei yang sudah ada. Namun, kami tidak akan menjual ponsel cerdas Huawei baru, mengingat bahwa mereka akan tidak didukung oleh layanan Google,” ujar pihak Taiwan Mobile.

Google disebut menghentikan akses Huawei ke Google Play Services dan Google Play Store. Tapi, Huawei disebut masih memiliki akses ke Android Open Source Project.

Sementara KT Korea Selatan mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menghentikan penjualan smartphone dan tablet baru Huawei. KT saat ini menjual Be Y3, versi Korea dari telepon P20 Lite, dan Be Y Pad2, versi Korea dari MediaPad M3. Telkomsel, operator seluler terbesar di Indonesia, juga mengatakan sedang meninjau situasi.

ASIANIKKEI | SOUTH CHINA MORNING POST

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait