Lagi, Data Milik Jutaan Pengguna Instagram Bocor

  • Whatsapp
Lagi, Data Milik Jutaan Pengguna Instagram Bocor
Lagi, Data Milik Jutaan Pengguna Instagram Bocor

Mantapps – Masalah kerahasiaan serta keamanan data pengguna kembali menimpa salah satu layanan milik Facebook yakni Instagram. Kali ini data milik jutaan pengguna Instagram yang dikuasai oleh sebuah perusahaan pemasaran India diduga bocor.

Muat Lebih

© suara.com
Ilustrasi aplikasi Instagram di telepon seluler pintar (Shutterstock).

Seperti diwartakan Tech Crunch, Selasa (21/5/2019), data yang bocor tersebut diduga telah dikumpulkan dan disimpan dalam sebuah database online oleh Chtrbox, perusahaan pemasaran digital asal India.

Mayoritas yang menjadi korban adalah akun-akun Instagram milik brand populer, influencer, selebgram, hingga akun public figure. Tak heran karena Chtrbox merupakan perusahaan pemasaran asal Mumbai yang membayar influencer Instagram untuk memposting iklan di akun mereka.

Laporan ini pertama kali disampaikan oleh pengamat keamanan siber Anurag Sen. Ia mengungkapkan bahwa database yang dikumpulkan diduga berisi nomor telepon, email, dan informasi pribadi lain milik pengguna Instagram.

Menurut Anurag, mereka memperoleh data untuk menghitung pembayaran yang sesuai kepada pemegang akun Instagram untuk konten yang disponsori.

Oleh karena itu, informasi pribadi para pesohor Instagram bisa diketahui, bahkan hingga nomor telepon dan rekening bank sang pemilik akun.

Kabar baiknya, para pemilik akun Instagram yang datanya bocor sudah dihubungi dan diberi tahu tentang adanya pelanggaran tersebut.

“Kami sedang mempelajari masalah ini untuk memahami apakah data yang dijelaskan, termasuk email dan nomor telepon, berasal dari Instagram atau dari sumber lain. Kami juga meminta Chtrbox untuk memahami dari mana data ini berasal dan bagaimana data itu tersedia untuk umum,” jelas juru bicara Facebook menanggapi kasus ini.

Facebook sedang menjadi sorotan di dunia karena kebobrokannya dalam melindungi data pribadi para pengguna sejumlah layanannya, termasuk Instagram dan WhatsApp.

Salah satu pendiri Facebook, Chris Hughes, dalam opininya di koran New York Times baru-baru ini bahkan mendesak agar Facebook dipreteli, dipisahkan dari Instagram serta WhatsApp.

Hughes beralasan kekuasaan bos Facebook Mark Zuckerberg sudah terlampau besar di perusahaan itu dan ia menuding mantan rekannya itu terlalu fokus pada pertumbuhan sehingga mengabaikan keamanan data pengguna.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait